2 Vaksin Ini Tidak Bisa Kalahkan Omicron

2 Vaksin Ini Tidak Bisa Kalahkan Omicron – COVID 19 varian Omicron, membuat heboh karena memiliki banyak mutasi yang disebut membuatnya lebih mudah menular & bisa menginfeksi orang yang sudah memiliki kekebalan.

Negara-negara langsung menerapkan berbagai kebijakan untuk menghadapi varian Omicron, mulai dari membatasi perjalanan internasional sampai memberikan booster vaksin. Dalam penelitian yang di adakan ilmuwan di Universitas Oxford, menemukan dua dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan Pfizer-BionTech ternyata masih kurang efektif dalam menangkal varian terbaru ini.

Baca Juga Hal penting tentang Mengatasi Panik Attack

Masih Kurang Ampuh Lawan Omicron

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemungkinan Omicron sudah menyebar ke hampir semua negara di dunia hanya saja belum terdeteksi. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengkhawatirkan bila varian Omicron dianggap remeh.

Vaksin AstraZeneca disuntikkan 2x (0,5 ml /dosis), dan jeda pemberian dosis: 28 hari (bila dua suntikan). Sementara Pfizer sekitar 2 x (0,3 ml/dosis), dengan jeda pemberian dosis: 21-28 hari.

“Ketika Omicron diperkenalkan pada sampel tersebut, para ilmuwan melaporkan penurunan substansial dalam antibodi penetral yang melawan Covid dibandingkan dengan respons imun yang terlihat terhadap varian sebelumnya,” tulis peneliti dikutip CNBC International.

Makalah penelitian juga mencatat bahwa beberapa penerima vaksin gagal menetralisir virus sama sekali. Ini kemungkinan akan menyebabkan peningkatan infeksi pada individu yang sebelumnya terinfeksi (reinfeksi) atau divaksinasi ganda, yang dapat mendorong peningkatan kasus.

Kepala Divisi Ilmu Kedokteran Oxford yang juga penulis utama riset, Gavin Screaton, mengatakan pesan mereka adalah meminta semua orang menerima booster. Ia meminta semua orang tetap berhati-hati, karena penularan yang tinggi bisa meningkatkan kasus signifikan dan membebani fasilitas kesehatan.

 

Urutan Booster Vaksin

*urutan ini di yakini bisa menangkal varian Omicron

Di antara varian terbaru yang dikategorikan sebagai varian yang menjadi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah omicron. Varian baru itu pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

Pemberian Booster di yakini, setidaknya mampu menghambat penularan virus ke masyarakat luas, dengan meningkatkan respons kekebalan tubuh. Dikatakan bahwa ada 3 vaksin utama yang sudah di gunakan di Inggris.

Vaksin Pfizer dan Moderna disebut memberi lebih banyak perlindungan dalam hal produk booster dibandingkan AstraZeneca. Pemerintah Indonesia, mengatakan akan tetap memprioritaskan vaksinasi untuk dosis ke 3. Contoh yang di gunakan secara luas adalah Sinoprharm, sementara vaksin yang lainnya iallah Moderna dan Novavax.

Novavax terbukti aman dan mampu meningkatkan imunitas melawan infeksi COVID-19. Vaksin COVID-19 ini diberikan dalam dua dosis masing-masing sebanyak 0,5 ml. Sama seperti yang lain, Novavax diharapkan mampu meningkatkan capaian dan perlindungan menghadapi COVID-19.

Beragamnya jenis vaksin COVID-19 yang beredar tak perlu membuat masyarakat bingung. Vaksin tersebut sama baiknya dan mampu melindungi warga dari COVID-19. Tentunya warga tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *